Memulai bisnis franchise ayam geprek memang terbilang lebih mudah dibanding membuka usaha kuliner dari nol. Namun untuk mencapai keuntungan maksimal, diperlukan strategi yang tepat. Banyak pemilik franchise yang gagal bukan karena produknya buruk, tetapi karena tidak memahami cara mengelola operasional dan pemasaran secara konsisten.
Pada artikel ini, kita akan membahas strategi yang bisa diterapkan pemula agar franchise ayam geprek bisa cepat berkembang dan mempertahankan laba.

1. Pahami Target Pasar Anda Secara Spesifik
Tidak cukup hanya tahu bahwa ayam geprek disukai oleh banyak orang. Anda harus memahami:
Apakah pasar Anda lebih banyak mahasiswa?
Pelanggan kantor dengan jam makan terbatas?
Warga perumahan yang cenderung pesan online?
Karakter pelanggan berbeda → strategi penjualannya juga harus disesuaikan.
Contoh: Mahasiswa sangat responsif terhadap promo paket hemat, sedangkan perumahan lebih responsif pada layanan antar cepat.
2. Pilih Menu yang Tepat dan Konsisten
Keunggulan franchise ayam geprek adalah kekuatan pada menu yang sederhana:
ayam
sambal / topping
nasi
minuman
Namun, konsistensi rasa adalah kunci utama. Jangan biarkan kualitas menurun karena pergantian karyawan atau bahan baku.
Tips:
✔ Pastikan brand menyediakan SOP bumbu & sambal
✔ Gunakan bahan baku dari pemasok yang jelas
✔ Lakukan kontrol rasa minimal 1× per minggu
3. Optimalkan Pemasaran Digital
Di tahun 2026, pemasaran offline saja tidak cukup. Pemilik franchise wajib hadir di platform digital:
a. Instagram & TikTok
Konten yang bisa dibuat:
• proses penyajian ayam geprek
• sambal pedas level tinggi
• promo harian
• behind the scene di dapur
Ini bisa menaikkan kepercayaan dan minat follower.
b. GoFood / GrabFood / ShopeeFood Optimasi
Gunakan strategi berikut:
Foto produk harus profesional
Gunakan nama menu yang menarik (“Geprek Lava Level 5”, dll)
Aktifkan promo bundling untuk jam sepi (14.00–17.00)
Dengan optimasi yang tepat, 40–60% penjualan bisa datang dari online order.
Baca juga: Cara Mendaftarkan Bisnis di Google Map
4. Kelola Kecepatan Operasional Outlet
Kecepatan adalah faktor penting. Pelanggan ayam geprek seringkali cari makanan cepat, bukan fine dining.
Standar ideal:
Waktu penyajian 3–7 menit
Waktu preparing delivery 10–15 menit
Jika lebih lama, rating di aplikasi makanan bisa turun.
Gunakan SOP dapur yang efisien:
✔ ayam pre-fry
✔ sambal batch cooking
✔ area plating rapi
✔ alur kerja kiri → kanan
5. Hafalkan Angka Penting dalam Operasional
Pemilik franchise tidak boleh asal berjalan tanpa mengetahui angka berikut:
• COGS ideal: 35–45%
• Margin laba kotor: ≥ 55%
• Food cost sambal: maksimal 10–12%
• Waktu ROI: 4–12 bulan
Dengan memahami angka operasional, Anda bisa tahu kapan harus menaikkan harga, kapan harus berhemat, atau kapan harus menambah karyawan.
6. Gunakan Sistem Pelaporan Penjualan Harian
Inilah kesalahan paling umum pemilik franchise ayam geprek:
Tidak punya laporan harian.
Laporan harian sangat penting untuk memantau:
• menu terlaris
• jam paling ramai
• jam paling sepi
• stok bahan baku
• efisiensi karyawan
Sistem pelaporan bisa memakai aplikasi POS atau sheet Excel sederhana.
Dengan laporan yang jelas, Anda bisa menentukan strategi promo yang tepat.
7. Berikan Pelayanan Cepat & Ramah
Harga murah bukan alasan pelayanan boleh asal-asalan. Justru layanan yang ramah membuat pelanggan balik lagi meski tanpa promo.
Selain itu, brand hadir sebagai identitas bisnis. Karyawan yang siap melayani dengan sopan akan memperkuat citra franchise ayam geprek Anda.
Contoh standar pelayanan:
Menyambut pelanggan dengan salam
Mencatat pesanan dengan jelas
Menjelaskan level pedas
Menutup interaksi dengan ucapan terima kasih
1. Apa faktor utama agar franchise ayam geprek cepat untung?
Konsistensi rasa, lokasi strategis, serta pemasaran digital yang aktif.
2. Apakah perlu inovasi menu setiap bulan?
Tidak harus. Cukup inovasi kecil seperti tambahan sambal atau paket hemat.
3. Berapa karyawan ideal untuk 1 outlet?
Umumnya 2–3 orang: 1 bagian goreng, 1 sambal & plating, 1 kasir / delivery.
Mengelola franchise ayam geprek membutuhkan strategi yang terukur. Bukan hanya soal menjual ayam dan sambal, tetapi bagaimana membangun operasional yang cepat, konsisten, dan terukur. Dengan memahami pasar, mengoptimalkan media online, serta menerapkan SOP yang benar, peluang sukses menjadi lebih besar.

