Bisnis franchise ayam geprek terus berkembang pesat di Indonesia beberapa tahun terakhir. Menawarkan harga yang terjangkau, cita rasa pedas yang khas, serta model usaha yang relatif mudah dijalankan, banyak pengusaha baru melihat peluang ini sebagai batu loncatan untuk memulai usaha kuliner. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah peluang franchise ayam geprek masih menjanjikan pada 2026 dan apakah pasar ini belum jenuh?

Mengapa Franchise Ayam Geprek Masih Menarik di Tahun 2026?
Ada beberapa faktor yang membuat franchise ayam geprek tetap dipandang sebagai peluang bisnis yang menarik:
1. Harga Terjangkau dan Segmen Luas
Ayam geprek berada di kategori makanan dengan harga ekonomis, sehingga target pasarnya luas. Siswa, mahasiswa, karyawan, hingga keluarga, semuanya masuk dalam market yang sama.
2. Produk Tidak Musiman
Ayam dan sambal adalah kombinasi yang memiliki permintaan stabil sepanjang tahun. Tidak seperti tren kuliner tertentu yang hanya bertahan beberapa bulan, ayam geprek memiliki sifat konsisten dan tahan lama.
3. Adaptif terhadap Inovasi Menu
Salah satu alasan ayam geprek bertahan lama adalah fleksibilitas inovasi. Franchise ayam geprek bisa menambahkan sambal hijau, sambal matah, sambal keju, hingga menu paket hemat tanpa mengubah konsep utama.
Apakah Pasar Franchise Ayam Geprek Sudah Jenuh?
Isu kejenuhan pasar sering muncul ketika suatu produk kuliner sedang naik daun. Meski outlet ayam geprek banyak ditemukan, belum semua memiliki sistem operasional dan branding yang kuat. Banyak pula usaha yang tutup bukan karena pasarnya habis, melainkan:
Manajemen operasional lemah
Branding tidak jelas
Tidak punya strategi digital
Tidak paham standar rasa dan pelayanan
Sementara franchise ayam geprek yang memiliki SOP jelas dan identitas brand yang solid justru masih membuka cabang baru di kota-kota kecil maupun kawasan pinggiran kota besar.
Tren Konsumen 2026 yang Mendukung Pertumbuhan Franchise Ayam Geprek
1. Preferensi Makan Cepat & Praktis
Makanan cepat saji semakin dicari karena gaya hidup masyarakat yang semakin sibuk.
2. Digital Ordering Meningkat
Platform seperti GoFood, GrabFood dan ShopeeFood tetap jadi kanal distribusi besar bagi bisnis ayam geprek. Bahkan banyak brand baru yang pertumbuhan awalnya berasal dari aplikasi makanan, bukan dine-in.
3. Lokasi Tidak Lagi Menjadi Batas
Dengan memanfaatkan aplikasi pengantaran, franchise ayam geprek bisa menjangkau pasar 3–5 km radius tanpa harus punya lokasi premium.
Tips Memulai Franchise Ayam Geprek untuk Pemula
1. Perhatikan Brand & Sistemnya
Franchise bukan sekadar beli nama. Sistem operasional seperti pelatihan, SOP dapur, supply bahan baku, dan kontrol kualitas sangat menentukan keberhasilan.
2. Pilih Lokasi Sesuai Target Pasar
Tidak selalu mall atau area premium. Justru daerah kos, kampus, dan kawasan padat warga sering kali lebih menguntungkan.
3. Optimalkan Media Sosial & Delivery
Tanpa marketing digital, franchise ayam geprek hanya bergantung pada lalu lintas pelanggan di sekitar outlet. Ini kurang efektif di 2026.
4. Perhatikan Margin & COGS
COGS ayam relatif fluktuatif, sehingga penting memilih brand yang tahu manajemen supply chain dan pricing strategy.
Berapa Modal untuk Memulai Franchise Ayam Geprek?
Modal sangat bervariasi. Umumnya franchise ayam geprek berada di kisaran 10–150 juta rupiah, tergantung jenis outlet:
Booth / pinggir jalan
Ruko kecil
Cloud kitchen
Dine-in skala menengah
Kisaran modal ini membuat ayam geprek masuk kategori low to medium entry business, sehingga menarik bagi pemula.
1. Apakah franchise ayam geprek cocok untuk pemula?
Cocok. Karena sistem bisnis sudah disiapkan oleh pihak pusat, sehingga risiko belajar lebih rendah.
2. Berapa lama balik modal franchise ayam geprek?
Rata-rata 4–12 bulan, tergantung lokasi, harga jual, dan biaya operasional.
3. Apakah franchisenya harus brand besar?
Tidak. Banyak brand kecil justru agresif dan memiliki sistem efisien, sehingga potensi balik modal lebih cepat.
Kesimpulan
Peluang franchise ayam geprek di Indonesia masih terbuka lebar pada 2026 berkat permintaan stabil, inovasi menu yang fleksibel, serta dukungan teknologi delivery. Kunci suksesnya ada pada pemilihan brand, lokasi, serta strategi pemasaran yang tepat.
Jika kamu tertarik memulai franchise ayam geprek namun masih bingung memilih brand, model bisnis, atau modal yang sesuai, Koalisi GMP menyediakan program kemitraan dan panduan bisnis kuliner yang dapat membantu calon mitra memulai usaha dengan sistem yang teruji.

